Salam
Ini adalah posting pertama saya untuk blog belajar filsafat. Blog ini saya buat untuk memudahkan saya belajar filsafat secara teratur dan mandiri. Syukur kalau misalnya ada teman-teman yang juga suka dengan blog ini. Bukannya apa-apa, ini karena belajar filsafat identik dengan rumit, sulit, sukar, 'ndakik', atau lainnya yang serba membuat orang mundur teratur ketika belajar filsafat. Padahal, setelah saya nekad berjibaku atau 'ber-ikicibung' dalam dunia filsafat, filsafat itu ga susah-susah amat. Yang sulit justru mempelajari diri sendiri, alias instropeksi. ;-)
Nah, makanya blog ini hadir. Baik untuk saya secara pribadi atau untuk teman-teman yang suka dan mau membaca blog ini. Eh, iya, ini kan hari kemerdekaan. Mudah-mudahan posting saya yang pertama di hari kemerdekaan yang ke-63 ini menjadi tonggak bersejarah bagi saya. Merdeka untuk berdikari dan merdeka untuk lepas dari korupsi. Hehe ... (Tapi saya bukan termasuk daftar pencarian orang di KPK lho!)
Oya, mungkin teman-teman yang tidak sabaran belum bisa melihat seperti apa sih belajar filsafat yang mudah itu. Doa'in aja, mudah-mudahan saya bisa segera menyiapkan posting kedua tentang materi belajar filsafat dengan "secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya".
Tasikmalaya, 17 Agustus 2008
4im
17 Agustus 2008
Hai semuanya! Selamat datang di dunia filsafat.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

6 komentar:
Syukur dan terima kasih, bertambah lagi manusia yang ingin mencerahkan manusia lain.
Selamat berkarya!
Berkarya terus!
Wah ada anak filsafat UGM nih, bisa belajar tentang makna Pencarian hubungannya dengan kebijaksanaan...
buat Frans dan Equalist, terima kasih telah berkunjung ke blog ini. ^_^
seorang yang telanjur berkarta harus menjalani konsekuensinya atau seorang yang sudah di percaya atas sesuatu harus siap dengan apa yang telah di percayakan nya,
dengan ketidak tahuan aku katakan cinta pada pengetahuan,
jika rencana ini di sambut baik oleh tuhan sebagai jalan aku mengenalnya
apakah tidak bisa aku mengambil pngetahuan dari seorang yang dirasa tahu? (perasaan belum tentun terbukti kebenarannya)
wah udah mulai ribet nih,
kang aim maukan menyodorkan tangan untuk seorang yang penuh tanya ini?
puining niehhhh
hahahahaha
bismillahirrahmanirrahim
terima kasih pa Aim. Uraian bagus
Poskan Komentar