Nah, setelah kita mempelajari beberapa tulisan pengantar mengenai filsafat, tentu muncul lagi pertanyaan dalam benak kita. Pertanyaan itu tidak lain daripada "Kita harus mulai belajar filsafatnya darimana?" Kalau ini memang pertanyaan Anda, maka pertanyaan ini kira-kira akan memiliki jawaban sebagai berikut.
Belajar filsafat sebenarnya dapat dimulai dari pertanyaan yang paling Anda sukai atau paling membuat Anda bingung. Kenapa demikian? ;-) Ini karena pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang akan memberikan energi kreatif buat Anda untuk belajar filsafat. Untuk lebih jelasnya, kita akan bahas dalam contoh di bawah ini.
Ani punya satu pertanyaan dalam hidup yang mungkin ia sukai. Pertanyaan itu adalah "Kenapa kucing disebut dengan kata 'kucing' atau gajah disebut dengan kata 'gajah'?". Atas pertanyaan ini, Ani juga sering membuat lelucon pada temannya dengan pertanyaan "Kenapa kucing ga disebut dengan 'gajah' atau gajah kenapa ga dibilang saja 'kucing'?".
Pertanyaan Ani ini, walaupun hanya bercanda, tetapi punya akibat yang cukup jauh lho kalau kita pikirkan secara serius. (Walaupun sebenarnya ga serius-serius banget. Hehe... ) Ini berkaitan dengan asal-usul kata. Asal-usul kata atau bahasa kerennya adalah etimologi, sebenarnya berkaitan dengan pengetahuan kita sebagai manusia. Dalam kata yang kita pergunakan sehari-hari, itulah inti dari pengetahuan kita. Misalnya, ketika saya menggunakan kata 'globalisasi', saya semestinya sudah memahami arti kata ini sebelum memakainya. Jadi, pengetahuan saya atas globalisasi akan mewarnai cara saya menggunakan kata tersebut. Kalau pengetahuan saya tidak terlalu baik mengenai globalisasi, maka saya akan jarang menggunakan kata ini. Begitupun sebaliknya. (Tapi, jangan salah juga nih. Banyak di antara kita yang sering menggunakan kata globalisasi lho! Itu tuh, persis dilakukan oleh para kepala desa yang pengen dianggap pintar atau para calon kepala desa yang sok tahu dan biar dibilang keren. Hehe... Eh, maaf, hanya sebagian aja lagi. ;-) )
Kembali pada pertanyaan Ani, seekor kucing disebut dengan 'kucing' atau gajah disebut dengan 'gajah' ini karena kesepakatan. Walaupun ada banyak alternatif kata untuk kucing, seperti 'meong' atau 'puspus', tetapi kata 'kucing' lah yang dipilih oleh masyarakat sebagai istilah untuk hewan yang diberi nama kucing. Kalau masyarakat sepakat dengan kata 'gajah' untuk nama yang ditujukan bagi hewan yang sebenarnya bernama kucing, maka jadilah 'gajah' ini kata baru untuk hewan yang bernama kucing.
Dengan pertanyaan yang Ani ajukan, kita secara tidak langsung sebenarnya dibawa masuk pada ranah atau wilayah filsafat yang disebut dengan epistemologi dan sekaligus filsafat bahasa. Epistemologi adalah suatu cabang kajian utama dalam filsafat yang mempelajari bagaimana pengetahuan itu diperoleh, dibentuk, dan dipergunakan oleh manusia. Sedangkan filsafat bahasa, ini adalah cabang lain dari filsafat yang secara khusus mempelajari apa itu bahasa dan seluk-beluknya.
Oleh karena itu, pertanyaan mulai dari manakah kita harusnya belajar filsafat ditentukan oleh pertanyaan awal yang kita buat. Sebab, melalui pertanyaan yang kita buat akan menentukan arah kita belajar filsafat selanjutnya. Kita harus belajar apa dan mau ke mana kita menuju, semuanya kembali pada pertanyaan awal kita yang mendasar. Inilah yang mungkin dimaksud dengan directions in philosophy. So, buatlah satu pertanyaan terlebih dahulu yang paling menarik buat Anda sebelum belajar lagi filsafat bersama saya. ;-)
14 September 2008
Mau ke mana?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

6 komentar:
wah, kak.. keren banget penjelasannya tentang falsafah...
saya sebenarnya bukan mahasiswa dari falsafah tapi dunia psikologi tentu tak bisa lepas dari dunia falsafah ya...
saya dapat tugas dari dosen tentang faedah dan tugas falsafah..
jangankan mencari faedah dan tugasnya, makna dari falsafah sendiri saja saya tidak tahu...
penjelasan yang kakak beri mempermudahkan saya untuk memahami falsafah...
keren.
ternyata falsafah tidak serumit yang saya kira kalau saya mau berpikiran bebas dan kritis..
terimakasih ya...
pelajaran kakak memberi saya inspirasi untuk tugas... ^ ^
makasih buat mutia untuk komentarnya. keep ur spirit to learn, ok? ;-)
Kang Aim,
kalo boleh saya usul gmn belajar filsafatnya lebih sistematis gitu. Anda mengatakan, ada tiga kajian dalam filsafat, sistematika, historis dan regional. apa dan bagaimana logika, epistimologi dan seterusnya, meskipun saya lebih tertarik belajar filsafat regional dan historis.
Ok, makasih Kang.
saya tunggu blog berikutnya...
o,ya, saya juga ada blog, Anda bisa kunjungi di www.kesunyiancinta.blogspot.com.
makasih misya. u/ smntra, mmg blm tlht sistematis. sbb sy hrs mbrikn pngntar yg agk pjg sblm msuk k materi2 spt yg sy sbutkn. tnggu aj y? hehe...
kang Aim,
sip lah... Saya tunggu lho...
Masih sibuk kuliah ya? S2 atau S3?
dimana neh? (mau tahu...aja....)
hehehe... makasih kak informasinya...
Poskan Komentar